AMR (Autonomous Mobile Robot)  – robot bergerak otonom yang mampu menavigasi dan beroperasi di lingkungan industri secara mandiri — tanpa jalur fisik yang telah ditentukan sebelumnya — menggunakan teknologi sensor LiDAR, kamera, kecerdasan buatan (AI), dan algoritma SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) untuk membuat keputusan real-time.

Apa itu AMR (Autonomous Mobile Robot)?

AMR singkatan dari Autonomous Mobile Robot adalah kategori robot industri generasi terbaru yang bergerak secara mandiri di dalam fasilitas produksi, gudang atau lingkungan manufaktur.

Berbeda dari robot industri konvensional yang statis di satu titik, AMR bergerak bebas dari satu lokasi ke lokasi lain. Robot ini mampu memetakan lingkungannya secara real-time, mendeteksi rintangan dan merencanakan rute alternatif secara otomatis.

AMR mulai mendapat perhatian luas sejak era Industri 4.0, ketika dunia manufaktur membutuhkan sistem otomasi yang fleksibel, cepat, dan mudah diintegrasikan tanpa modifikasi besar pada infrastruktur yang ada

AMR

Cara Kerja AMR Secara Detail

AMR bekerja melalui kombinasi perangkat keras sensor dan perangkat lunak kecerdasan buatan yang saling terintegrasi. Berikut adalah tahapan cara kerja AMR secara sistematis:

Spesifikasi AMR

Model Camel 50 Camel 400 D Camel 600 SPI Camel 1000 D Camel 15oo D
  AMR AMR AMR AMR AMR
Dimension (L x W x H) 678×450×435 mm 780×540×255 mm 950×650×255 mm 1150×820×256 mm 1150×820×256 mm
Weight 70 kg 98 kg 130 kg 180 kg 200 kg
Dead Weight 50 kg 400 kg 600 kg 1,000 kg 1,500 kg
Chassis Ground Clearance 25 mm 25 mm 25 mm 25 mm 25 mm
Min. swivel diameter 678 mm 780 mm 965 mm 1,199 mm 1,199 mm
Jacking drive Electric+lead screw Electric Electric Electric Electric
Jacking height ≥400 mm 60 mm 60 mm 60 mm 60 mm
Lifting speed 4 / 3.5 m/s 1.9 / 1.5 m/s 1.9 / 1.5 m/s 1.9 / 1.5 m/s 1.9 / 1.5 m/s
Rated operating speed/no load/full load
Acceleration no/full load
Drive mode
Navigation mode
Stop position accuracy/angle accuracy
Capacity/ rated voltage
Charge/discharge cycles
Endurance time under rated operating conditions
Charging time after complete discharge

Aplikasi AMR di Berbagai Industri

FAQ - Pertanyaan Umum tentang AMR

AMR (Autonomous Mobile Robot) adalah robot bergerak otonom yang menavigasi lingkungan industri secara mandiri — tanpa jalur fisik yang ditentukan sebelumnya — menggunakan sensor LiDAR, kamera, dan kecerdasan buatan (AI) dengan algoritma SLAM. AMR dapat membuat keputusan navigasi secara real-time berdasarkan kondisi lingkungan yang terus berubah.

AGV (Automated Guided Vehicle) mengikuti jalur tetap yang telah ditentukan secara fisik (rel, garis magnet, atau QR code di lantai). AMR jauh lebih cerdas — dapat memetakan lingkungan sendiri, merencanakan rute secara dinamis, dan menghindari rintangan tanpa berhenti total. AMR juga tidak memerlukan modifikasi infrastruktur yang mahal.

AMR paling banyak digunakan di: logistik & e-commerce, manufaktur otomotif, farmasi, elektronik/3C, makanan & minuman, kosmetik & kimia harian, industri energi baru (baterai EV & panel surya), dan pergudangan modern. Hampir semua industri dengan pergerakan material berulang dapat merasakan manfaat AMR.

Biaya satu unit AMR berkisar antara USD 13.000 – USD 150.000 tergantung kapasitas, teknologi sensor, dan integrasi software. Meski investasi awal cukup besar, ROI umumnya tercapai dalam 18–30 bulan karena penghematan tenaga kerja, peningkatan throughput, dan penurunan angka kesalahan operasional.

Ya, AMR dirancang untuk keselamatan manusia. Sistem sensor berlapis (LiDAR, kamera, ultrasonic, bumper safety) memungkinkan AMR mendeteksi manusia dalam radius aman dan secara otomatis memperlambat kecepatan atau memilih rute alternatif. AMR memenuhi standar keselamatan internasional ISO 10218 dan ISO/TS 15066 untuk robot kolaboratif.

Implementasi AMR umumnya memakan waktu 4–10 minggu dari tahap perencanaan hingga go-live. Ini jauh lebih cepat dibanding AGV yang memerlukan modifikasi infrastruktur fisik. Faktor yang mempengaruhi timeline adalah kompleksitas lingkungan, jumlah unit, dan tingkat integrasi dengan sistem IT yang ada.

Saat level baterai mencapai ambang batas yang ditentukan (biasanya 15–20%), AMR secara otomatis menyelesaikan tugas yang sedang dikerjakan, lalu menuju stasiun pengisian daya terdekat. Sistem fleet management mengalokasikan ulang tugas ke unit AMR lain yang tersedia, sehingga operasi tidak terganggu. Waktu pengisian penuh umumnya 1–2 jam, atau bisa menggunakan sistem baterai swap.

Ya. AMR modern dilengkapi API standar (REST, MQTT, OPC-UA) yang memudahkan integrasi dengan sistem ERP (SAP, Oracle, Microsoft Dynamics) dan WMS (Warehouse Management System) yang ada. Integrasi ini memungkinkan AMR menerima perintah langsung dari sistem manajemen dan mengirimkan data status secara real-time.

Untuk informasi lebih lanjut dan penyediaan AMR, silahkan menghubungi :

PT. Ditalia Cahaya Abadi
Sedayu City, SOHO Blok D-25
Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur 13910 Indonesia

Phone : +62 21 38865079


Email : dca@ditaliamachine.com

Media

Hubungi kami

Konsultasikan kebutuhan produksi Anda bersama tim kami :

dca@ditaliamachine.com | 021-38865079 | https://ditaliamachine.com