AMR – Autonomous Mobile Robot

Robot bergerak otonom yang mampu menavigasi dan beroperasi di lingkungan industri secara mandiri — tanpa jalur fisik yang telah ditentukan sebelumnya — menggunakan teknologi sensor LiDAR, kamera, kecerdasan buatan (AI), dan algoritma SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) untuk membuat keputusan real-time.

AMR

Apa itu AMR (Autonomous Mobile Robot)?

AMR singkatan dari Autonomous Mobile Robot adalah kategori robot industri generasi terbaru yang bergerak secara mandiri di dalam fasilitas produksi, gudang atau lingkungan manufaktur.

Berbeda dari robot industri konvensional yang statis di satu titik, AMR bergerak bebas dari satu lokasi ke lokasi lain. Robot ini mampu memetakan lingkungannya secara real-time, mendeteksi rintangan dan merencanakan rute alternatif secara otomatis.

AMR mulai mendapat perhatian luas sejak era Industri 4.0, ketika dunia manufaktur membutuhkan sistem otomasi yang fleksibel, cepat, dan mudah diintegrasikan tanpa modifikasi besar pada infrastruktur yang ada

Fitur AMR

AMR
AMR
AMR

Bagaimana Cara Kerja AMR ?

  • Pemetaan Lingkungan (Mapping). AMR menggunakan teknologi SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) untuk membangun peta digital fasilitas secara real-time. Sensor LiDAR memancarkan pulsa laser yang memantul dari dinding, rak, dan objek lain untuk menghasilkan peta 2D atau 3D yang akurat.

  • Lokalisasi (Self-Localization). Setelah peta tersedia, AMR menentukan posisinya sendiri di dalam peta tersebut. Proses ini menggunakan data dari berbagai sensor secara bersamaan — LiDAR, kamera dan encoder roda untuk akurasi posisi hingga level sentimeter.

  • Perencanaan Rute (Path Planning). Dengan mengetahui posisi awal dan tujuan, AMR merencanakan rute paling efisien. Rute ini dioptimalkan untuk jarak minimum dan penghindaran zona berbahaya.

  • Deteksi dan Penghindaran Rintangan. Saat bergerak, AMR terus memantau lingkungan. Jika sensor mendeteksi rintangan baru (misalnya manusia atau objek bergerak), AMR secara otomatis menghitung jalur alternatif atau berhenti sejenak hingga jalan kembali aman.

  • Eksekusi Tugas. Setelah tiba di tujuan, AMR mengeksekusi tugas yang telah diprogramkan: mengambil barang, mendropkan muatan, mengisi ulang baterai, atau mengirim data ke sistem manajemen gudang (WMS).

  • Komunikasi Armada (Fleet Management). Beberapa AMR dalam satu fasilitas berkomunikasi satu sama lain melalui sistem manajemen armada berbasis cloud. Sistem ini mengalokasikan tugas, mencegah tabrakan antar robot, dan mengoptimalkan penggunaan seluruh armada secara bersamaan.

Aplikasi AMR di Berbagai Industri

Spesifikasi

Model Camel 50 Camel 400 D Camel 600 SPI Camel 1000 D Camel 15oo D
  AMR AMR AMR AMR AMR
Dimension (L x W x H) 678×450×435 mm 780×540×255 mm 950×650×255 mm 1150×820×256 mm 1150×820×256 mm
Weight 70 kg 98 kg 130 kg 180 kg 200 kg
Dead Weight 50 kg 400 kg 600 kg 1,000 kg 1,500 kg
Chassis Ground Clearance 25 mm 25 mm 25 mm 25 mm 25 mm
Min. swivel diameter 678 mm 780 mm 965 mm 1,199 mm 1,199 mm
Jacking drive Electric+lead screw Electric Electric Electric Electric
Jacking height ≥400 mm 60 mm 60 mm 60 mm 60 mm
Lifting speed ≤4S 2-3S 2-3S 2-3S 2-3S
Rated operating speed/no load/full load 4/3.5 m/s 1.9/1.5 m/s 1.9/1.5 m/s 1.9/1.5 m/s 1.9/1.5 m/s
Acceleration no/full load 2/1.2 m/s² 0.6/0.3 m/s² 0.6/0.3 m/s² 0.6/0.3 m/s² 0.6/0.3 m/s²
Drive mode Two-wheel differential drive Two-wheel differential drive Two-wheel differential drive Two-wheel differential drive Two-wheel differential drive
Navigation mode QR code navigation Laser Slam or QR code Laser Slam or QR code Laser Slam or QR code Laser Slam or QR code
Stop position accuracy/angle accuracy ±5mm/±1° ±5mm/±1° ±5mm/±1° ±5mm/±1° ±5mm/±1°
Capacity/ rated voltage 10Ah/48V 16Ah/48V 24Ah/48V 40Ah/48V 50Ah/48V
Charge/discharge cycles Fully charged and discharged 1,500 times Fully charged and discharged 1,500 times Fully charged and discharged 1,500 times Fully charged and discharged 1,500 times Fully charged and discharged 1,500 times
Endurance time under rated operating conditions 4-6H 8H 8H 8H 8H
Charging time after complete discharge ≤1.5H ≤1.5H ≤1.5H ≤1.5H ≤1.5H

Media

Hubungi kami

Konsultasikan kebutuhan produksi Anda bersama tim kami :

dca@ditaliamachine.com | 021-38865079 | https://ditaliamachine.com

    FAQ: Pertanyaan Umum tentang AMR

    AMR (Autonomous Mobile Robot) adalah robot bergerak otonom yang menavigasi lingkungan industri secara mandiri — tanpa jalur fisik yang ditentukan sebelumnya — menggunakan sensor LiDAR, kamera, dan kecerdasan buatan (AI) dengan algoritma SLAM. AMR dapat membuat keputusan navigasi secara real-time berdasarkan kondisi lingkungan yang terus berubah.

    AGV (Automated Guided Vehicle) mengikuti jalur tetap yang telah ditentukan secara fisik (rel, garis magnet, atau QR code di lantai). AMR jauh lebih cerdas — dapat memetakan lingkungan sendiri, merencanakan rute secara dinamis, dan menghindari rintangan tanpa berhenti total. AMR juga tidak memerlukan modifikasi infrastruktur yang mahal.

    AMR paling banyak digunakan di: logistik & e-commerce, manufaktur otomotif, farmasi, elektronik/3C, makanan & minuman, kosmetik & kimia harian, industri energi baru (baterai EV & panel surya), dan pergudangan modern. Hampir semua industri dengan pergerakan material berulang dapat merasakan manfaat AMR.

    Biaya satu unit AMR berkisar antara USD 13.000 – USD 150.000 tergantung kapasitas, teknologi sensor, dan integrasi software. Meski investasi awal cukup besar, ROI umumnya tercapai dalam 18–30 bulan karena penghematan tenaga kerja, peningkatan throughput, dan penurunan angka kesalahan operasional.

    Ya, AMR dirancang untuk keselamatan manusia. Sistem sensor berlapis (LiDAR, kamera, ultrasonic, bumper safety) memungkinkan AMR mendeteksi manusia dalam radius aman dan secara otomatis memperlambat kecepatan atau memilih rute alternatif. AMR memenuhi standar keselamatan internasional ISO 10218 dan ISO/TS 15066 untuk robot kolaboratif.

    Implementasi AMR umumnya memakan waktu 4–10 minggu dari tahap perencanaan hingga go-live. Ini jauh lebih cepat dibanding AGV yang memerlukan modifikasi infrastruktur fisik. Faktor yang mempengaruhi timeline adalah kompleksitas lingkungan, jumlah unit, dan tingkat integrasi dengan sistem IT yang ada.

    Saat level baterai mencapai ambang batas yang ditentukan (biasanya 15–20%), AMR secara otomatis menyelesaikan tugas yang sedang dikerjakan, lalu menuju stasiun pengisian daya terdekat. Sistem fleet management mengalokasikan ulang tugas ke unit AMR lain yang tersedia, sehingga operasi tidak terganggu. Waktu pengisian penuh umumnya 1–2 jam, atau bisa menggunakan sistem baterai swap.

    Ya. AMR modern dilengkapi API standar (REST, MQTT, OPC-UA) yang memudahkan integrasi dengan sistem ERP (SAP, Oracle, Microsoft Dynamics) dan WMS (Warehouse Management System) yang ada. Integrasi ini memungkinkan AMR menerima perintah langsung dari sistem manajemen dan mengirimkan data status secara real-time.

    Untuk informasi lebih lanjut dan penyediaan AMR, silahkan menghubungi :

    PT. Ditalia Cahaya Abadi
    Email : dca@ditaliamachine.com
    WhatsApp : 0818149791
    www.ditaliamachine.com